Terakreditasi KARS
Bintang 5 Paripurna
BPJS Kesehatan
Pelayanan Ramah
Layanan 24 Jam
• 22 May 2026
Belakangan ini masyarakat mulai diingatkan kembali mengenai bahaya hantavirus, yaitu penyakit yang ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus. Meski belum banyak dikenal dibandingkan penyakit menular lainnya, hantavirus tetap perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius, terutama pada paru-paru dan ginjal.
Hantavirus menyebar melalui urine, air liur, dan kotoran tikus yang mengering lalu bercampur dengan udara. Saat udara tersebut terhirup manusia, virus dapat masuk ke dalam tubuh dan menimbulkan infeksi. Risiko penularan biasanya meningkat pada lingkungan yang kurang bersih, lembap, banyak sampah, serta area yang menjadi tempat berkembang biaknya tikus.
Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, terutama orang yang sering beraktivitas di gudang, pasar, area penyimpanan barang, rumah kosong, atau tempat yang jarang dibersihkan. Karena gejala awalnya mirip flu biasa, banyak penderita tidak menyadari bahwa dirinya sedang terinfeksi hantavirus.
Infeksi hantavirus biasanya diawali dengan keluhan ringan yang sering dianggap kelelahan atau flu musiman. Beberapa gejala awal yang perlu diwaspadai antara lain:
Pada beberapa kasus, kondisi dapat berkembang menjadi lebih serius dalam beberapa hari, seperti:
Jika tidak segera mendapatkan penanganan medis, infeksi berat dapat membahayakan keselamatan penderita.
Banyak orang menganggap keberadaan tikus di rumah sebagai hal biasa. Padahal, tikus dapat membawa berbagai penyakit berbahaya, termasuk hantavirus. Lingkungan yang tampak bersih pun tetap berisiko apabila terdapat sarang tikus di plafon, gudang, saluran air, atau area penyimpanan barang.
Selain itu, kebiasaan membersihkan kotoran tikus dengan cara disapu dalam keadaan kering juga dapat meningkatkan risiko penularan. Debu yang mengandung virus bisa beterbangan dan terhirup tanpa disadari.
Pencegahan merupakan langkah paling penting untuk melindungi diri dan keluarga dari hantavirus. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
Pastikan rumah dan lingkungan sekitar tetap bersih, terutama area dapur, gudang, plafon, dan tempat penyimpanan barang. Hindari penumpukan sampah yang dapat menjadi sarang tikus.
Periksa celah kecil di pintu, ventilasi, atau saluran air yang memungkinkan tikus masuk ke rumah. Gunakan kawat atau penutup agar tikus tidak mudah bersarang.
Simpan makanan di wadah tertutup rapat dan jangan meninggalkan sisa makanan terbuka karena dapat mengundang tikus.
Saat membersihkan area yang terdapat kotoran tikus, gunakan masker dan sarung tangan. Hindari langsung menyapu kotoran dalam keadaan kering.
Semprotkan cairan disinfektan terlebih dahulu pada area yang terkena kotoran tikus sebelum dibersihkan agar virus tidak beterbangan di udara.
Apabila mengalami demam, sesak napas, atau keluhan lain setelah kontak dengan lingkungan yang banyak tikus, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Pencegahan hantavirus tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Lingkungan yang sehat dapat membantu mencegah berbagai penyakit menular lainnya selain hantavirus.
RSUD Dedy Jaya mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan rumah dan lingkungan sekitar, serta tidak mengabaikan gejala kesehatan yang muncul. Dengan langkah pencegahan yang tepat dan penanganan sejak dini, risiko penyebaran hantavirus dapat diminimalkan demi menjaga kesehatan bersama.
#LangkahPastiMenujuSehat
#Sumber: WHO, CDC, Kementerian Kesehatan RI, dan berbagai referensi kesehatan terpercaya.